Menurut Elizabeth B. Hurlock (2000 : 230) kondisi yang ikut mempengaruhi emosi dominan adalah
1) Kondisi kesehatan.
Kesehatan yang baik mendorong emosi yang menyenangkan menjadi dominan, sedangkan kesehatan yang buruk menyebabkan emosi yang tidak menyenangkan menjadi dominan.
2) Suasana rumah.
Jika anak-anak tumbuh dalam lingkungan rumah yang lebih banyak berisi kebahagiaan dan apabila pertengkaran, kecemburuan, dendam, dan perasaan lain yang tidak menyenangkan diusahakan sesedikit mungkin, maka anak akan lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menjadi anak yang bahagia.
3) Cara mendidik anak.
Mendidik anak secara otoriter yang menggunakam metode hukuman untuk memperkuat kepatuhan secara ketat akan mendorong emosi yang tidak menyenangkan menjadi dominan. Cara mendidik anak yang bersifat demokratis dan permisif akan menimbulkan suasana rumah yang lebih santai (relax) yang akan menunjang bagi ekspresi emosi yang menyenangkan.
4) Hubungan dengan para anggota keluarga.
Hubungan yang tidak rukun dengan orang tua atau saudara akan lebih banyak menimbulkan kemarahan dan kecemburuan sehingga emosi ini akan cenderung menguasai kehidupan anak di rumah.
5) Hubungan dengan teman sebaya.
Jika anak diterima dengan baik oleh kelompok teman sebaya maka emosi yang menyenangkan akan menjadi dominan padanya, sedangkan jika anak ditolak atau diabaikan oleh kelompok teman sebaya maka emosi yang tidak menyenangkan akan menjadi dominan padanya.
6) Perlindungan yang berlebih-lebihan.
Orang tua yang melindungi anak secara berlebihan (overprotective), yang hidup dalam prasangka tehadap segala sesuatu, akan menimbulkan rasa takut pada anak menjadi menjadi dominan.
7) Aspirasi orang tua.
Jika orang tua mempunyai aspirasi tinggi yang tidak realistis bagi anak-anaknya, anak akan menjadi canggung. malu dan merasa bersalah apabila anak menyadari kritik orang tua bahkan anak tidak dapat memenuhi harapan tersebut. Pengalaman semacam ini yang terjadi berulang kali dengan segera akan menyebabkan emosi yang tidak menyenangkan menjadi dominan dalam kehidupan anak.
8) Bimbingan.
Bimbingan dengan titik herat pada penanaman pengertian bahwa mengalami frustasi diperlukan sekali-kali dapat mencegah kemarahan dan kebencian menjadi emosi yang dominan. Tanpa bimbingan semacam ini, emosi tersebut akan menjadi dominan, terutama apabila frustasi yang dialami dirasakan tidak adil bagi seorang anak.
Itulah 8 Hal yang bisa mempengaruhi emosi seseorang. Semoga posting ini bermanfaat buat anda
0 komentar:
Posting Komentar